Tuesday, July 24, 2007

BIOGRAPI MULTATULI


Multatuli adalah nama samaran Eduard Douwes Dekker. Sr, lahir tahun 1820 di Amsterdam. Berasal dari keluarga Protestant sederhana. Dia dikirim ayahnya sekolah pendeta tahun 1832 di Latinje School, tidak selesai kemudian dia mencoba bekerja tapi di-PHK. Ayahnya yang kapten kapal mengantarnya ke Hindia Belanda ketika berusia 18 tahun, bekerja di Dewan Pengawas Keuangan di Batavia. Amtenaar muda ini walau berprestasi dalam kerja, harus meninggalkan pekerjaan karena stress berat diputuskan seorang gadis Catholic, Caroline Versteegh. Sifat royal karena masa kecil yang kekurangan, menjadi penyebab ayah gadis londo itu menolak pinangannya.

Tahun 1842, meminta dipindahkan ke Sumatera Barat yang masih ada pergolakan, dibawah pimpinan Jenderal Michiels, bulan Juli 1842, dia ditempatkan di Natal sebagai kontrolir, jabatan yang menyibukkan dan harus banyak bertemu dengan penduduk setempat. Setahun kemudian dia dipecat Jenderal itu karena administrasi keuangan jebol, di Padang Hulu, dia di tahan rumah-kan, dan dipaksa mengganti kerugian itu. Setahun kemudian dia kembali ke Batavia, tahun berikutnya ditugaskan di gubernemen Kerawang, Bagelan, Menado dan tahun 1851 menjadi asisten residen di Ambon, tapi dia sakit keras kemudian. Dia menikahi Everdine Huberte van Wijnbergen alias Tine.

Tahun 1852 dia kembali ke Belanda untuk cuti pertama, dan memperoleh anak pertama. Sifat borosnya selalu menyebabkan kesulitan baginya. Mei 1855 dia sekeluarga kembali ke Hindia, diterima Gubernur Jenderal Duymer van Twist, ditugaskan ke Lebak, Banten, sebagai asisten residen. Dia sangat mencintai bumiputera. Setelah cukup adaptasi dengan Rangkas Bitung, dia mulai membongkar kasus-kasus juga menemukan banyak kesewenangan dan penindasan dari Bupati, Demang (menantu bupati). Ternyata pejabat sebelumnya juga tertendang karena mencoba membongkar kasus itu. Kesulitan menemukan bukti-bukti yang bisa membongkar kasus itu. Ketika tanam paksa telah berlaku diseluruh Hindia Belanda. Dalam sistem pemerintahan ketika itu, residen hanya sebagai atasan para menak, namun tidak punya akses ke masyarakat.

Bupati Lebak Raden Adipati Karta Nata Nagara bersama menantunya, Demang Parangkujang sangat sewenang-wenang, sampai untuk membersihkan pekarangan kediaman mereka saja mengambil penduduk dari berbagai desa, sementara pemerintahan kolonial sangat keberatan karena jumlah pekerja itu dibutuhkan untuk tanam paksa. Hal ini dilaporkan ke atasannya Residen Brest van Kempen, yang kemudian diteruskan ke Gubernur Jenderal. Apa dinyana, dia malah ditegur dan dianggap tidak becus. Multatuli sangat marah karena reaksi yang tak sesuai dengan apa yang dibayangkannya, Dia mengajukan pengunduran diri, dan diluluskan. Setelah dia pergi, kasus di bongkar dan semua kaki tangan penindas dari bupati diberhentikan dengan tidak hormat. Orang jujur ini sangat mencintai keadilan walau dia juga seorang boros.

Sebenarnya kasus tersingkirnya Multatuli adalah akibat dari sistem dualisme kekuasaan antara bupati dengan residen, penggantian seorang bupati dapat menimbulkan gejolak baru, sementara itu pemerintah Hindia sedang mengalami defisit keuangan karena perang melelahkan dengan Pangeran Diponegoro dan kaum paderi. Sementara menurut tata pemerintahan dan pergaulan di Lebak kala itu, cara Multatuli memulangkan pekerja-pekerja yang membersihkan pekarangan rumah bupati dianggap kurang ajar oleh norma-norma di Jawa.

April 1857, Dekker sendiri kembali ke Eropa, tahun 1859 keluarganya menyusul. Di suatu losmen di Brussel, dia menuliskan kasus itu kedalam sebuah buku, sebagai protes, Max Havelaar (Aku telah banyak menderita). Dwi fungsi dari buku itu adalah untuk diakhirinya pemerasan dan dikembalikan kehormatan rakyat jelata di Jawa; dan nama baiknya dipulihkan.

Penerbit yang sangat terkenal kala itu Jacob van Lennep telah menduga buku itu adalah sebuah mahakarya, tapi disimpan dan diterbitkan pelan karena takut mengguncang, makanya semua nama tempat, angka tahun diganti dengan tanda baca titik-titik. Mei 1860 buku ini menjadi best- seller di Eropa walau lambat diterima masyarakat disana. Dia yang telah menjadi pujangga besar, kemudian mengeluarkan buku lain seperti Minnebrieven (surat-surat cinta); Wouterje Pieterse ( sejarah masa kecil) dan Ideen.

Dalam Ideen, Multatuli bersuara keras: melawan kesewenang-wenangan; pembelaan terhadap kaum teraniaya; kritik keras terhadap kekuasaan agama, adat dan politik, yang sering kali disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Dekker membela buruh industri, mempertanyakan dogma agama yang disetir, emansipasi kaum wanita dan adat kesopanan yang dibungkus dengan keindahan tapi busuk didalamnya. Bagi Multatuli, martabat manusia harus sama, “ panggilan manusia ialah mewujudkan sebagai manusia”.

Dia tidak akrab dengan keluarganya, sampai istrinya Tine wafat tahun 1874, kemudian dia menikah lagi dan tinggal di Nieder-Ingelheim, Jerman dan wafat disana 18 Februari 1887.

Orang ini banyak menggunakan keuangan pemerintahan kolonial di Natal dan Padang untuk membantu bumiputera. Menyumbang dana juga dari kantung pribadi untuk kemajuan pendidikan di madrasah dan pesantren. Dekker banyak membantu perselisihan dan persengketaan antar pribumi dengan sesama pribumi, pedagang/saudagar bangsa lain dan pemerintah kolonial. Tentu saja pucuk pimpinan sangat berang dengan cara yang dilakukan oleh Multatuli. Keterpihakannya kepada bumiputera menjadi bumerang yang menghancurkan karir gemilangnya di pemerintahan kolonial Belanda.

Sedikit tidaknya jasa Multatuli, beberapa pihak dimasa silam yang tersamar, menganggap kegemilangan idenya, membantu menjadikan ranah Minangkabau dan Mandailing, pemasok tokoh-tokoh perintis dan penggerak berkaliber hebat, yang kelak sangat menentukan nasib Hindia Belanda. Bisa disebutkan nama-nama seperti: Kyai Hai Ahmad Dahlan, Agus Salim dll yang diteruskan generasi Datoek Tan Malaka dsb kemudian lahir lagi angkatan Moehammad Hatta, Soetan Syahrir, Moehammad Yamin, Mr. Moh. Roem, Syarifoeddin Prawiranegara, Soetan Takdir Alisjhabana, HB Yassin dll. Mereka ini adalah 'buah' dari 'biji' yang ditabur oleh Multatuli. Ini merupakan benang merah yang selalu dicoba dihilangkan dan dilupakan. Mungkin karena Mutatuli bukan orang Indonesia asli, bukan Muslim dan mewakili kaum penjajah.

Sistem kerja tanam paksa (Culturstelsel) yang kala itu diberlakukan, terang-terangan dibencinya. Sistem tanam paksa adalah pemerasan yang terkeji dari penjajah kepada bumiputera dengan memaksakan tiap orang untuk menanamkan beberapa jenis tanaman komoditas, yang kala itu sangat tinggi sekali harganya di pasar dunia. Komoditas ini antara lain: kopi, teh, cengkeh, pala, tembakau, kakao dsb. Setiap pribumi Hindia Belanda diwajibkan untuk menyediakan sebagian lahannya menanam komoditas tersebut atau menjadi buruh kerja di lahan yang disediakan oleh kolonial. Setelah itu, bumiputera baru dipersilahkan mengurusi perut sendiri. Sistem ini dianggap penghisapan yang paling keji, dan sangat tidak ber-perikemanusian dari bangsa yang merasa paling beradab dan mengaku mengikuti cinta-kasih Kristus.

Melalui bukunya Max Havelaar, Multatuli membongkar perilaku busuk penjajah Belanda di muka umum. Bola liar yang dilemparkan Multatuli melalui Max Havelaar, kelak merubah cara pandang penjajah Belanda pada khususnya dan dunia pada umumnya terhadap bumiputera. Pemerintah kerajaan Belanda sangat tertampar dengan perang pena ini. Bumiputera tidak lagi dianggap sebagai kasta yang lebih rendah dari binatang di negerinya sendiri. Efek dari bola liar yang dilempar oleh Multatuli juga dirasakan oleh negara-negara lain yang terjajah, seperti di Asia dan Afrika. Di Afrika Selatan lahir kaum de Boer.

Kelak lahirlah suatu aksi balas budi yang dicetuskan di Belanda, kelak dinamakan Politik Etis. Kaum bumiputera diberikan kesempatan, walau awalnya dari kaum menak dan berduit, untuk merasakan pendidikan. Tapi bangsa Indonesia patut berterima kasih kepada Multatuli atas jasanya ini. Karena dengan dibukanya keran itu, lahirlah kelak tokoh-tokoh hebat yang menjadi pelopor; Setelah dibukanya sekolah dokter STOVIA, antara lain: Dr. Wahidin Soediro Hoesodo, dr. Goenawan, R.A Kartini, R.M. Tirto Adhi Soeryo, Cipto Mangoenkoesoemo, H.O.S. Cokroaminoto, Haji Samanhoedi, Ki Hajar Dewantoro, Dewi Sartika, Iwa Koeseoma Soemantri dll. Dari pelopor ini lahir lagi tokoh-tokoh lainnya yang tak kalah dahsyatnya seperti : Ir. Soekarno, Sartono, Siti Soendari R.D, Mr Soepomo dll.

Diseluruh kota-kota di pulau Jawa atau Sumatera dan pulau-pulau lainnya, jarang sekali kita temukan nama jalan yang diambil dari nama besarnya. Bahkan nama gedung atau tempat prestisius bangsa Indonesia tidak ada yang memakai nama Multatuli, jasanya terkesan dilupakan dan hilang perlahan. Di Bandung ada nama jalan dr. Sethiaboedi, nama yang diambil dari putranya Multatuli. Nama yang digunakan putranya sebagai nama baptis baru setelah memilih jadi bumiputera. Selayaknya, namanya diletakkan disuatu tempat terhormat, untuk mengenang nama Multaltuli, agar generasi yang akan datang tahu, bahwa sebenarnya Indonesia adalah bangsa yang tahu cara berterima kasih, walau telah terlambat. Edward Douwes Dekker Sr, alias Multatuli wajar mendapat bintang jasa dari pemerintah Indonesia, walau dia 'orang asing', tapi dalam darah, hati dan tulangnya...ada Indonesia, semoga...Amien!

Wednesday, July 18, 2007

SeLaMaT HaRi aNaK!


UnfORgOtten fRoM Mind

KaLau aku JeLaJaHi Hatiku dan ingat Yang LaLu

Kadang aku Suka cengeng, menangiS? SuSaH

Tak biSa diucaPkan dengan kata

KaRna Semua teLaH Lewat, SungguH Rindu, SePi


KaLau teRingat Sobat-Sobat keciL duLu

Teman-teman SRPeRmainan daLam canda tawa

Ketika cinta dan cita maSiH bak udaRa

Teman beRmain beRSama ketika keciL


Kini aku JauH di tanaH Rantau

TanaH keLaHiRan-Pun teLaH Lama kutinggaLkan

Namun Hati tak biSa meLuPakan daRi benak

AtaS Semua kenangan teRindaH SemaSa keciL


OH...angin SaHabat, toLong SamPaikan PeSan

Ke Semua SaHabat ciLik-ku : dimana kaLian SekaRang?

Tidak mungkin, Jika maSiH biSa SePeRti duLu

Semoga TUHAN meLindungi kita Semua...amien!



Monday, July 16, 2007

TOS DULU LAH GELAS KITA NIH !


Ketika itu aku baru nyampe di Bandung. Dah lama ga ketemuan teman senasib, makanya aku langsung menggunakan motor matik kesana setelah menculik teman lain dari proyeknya. Kami berangkat ke Bandung Indah Plaza (BIP) untuk menculik teman yang sedang kerja di proyek renovasi BIP. Tanpa perlawanan berarti, mereka aku giring ke gerai Sturback Coffee. Langsung saja aku pesan, dan mereka pun ngaku kalau jarang sekali bertemu sebelumnya. Kasihan, padahal sama-sama di Bandung. Langsung aja deh mereka curhat dari soal kerjaan, negara, musik, kampus, nostalgia sampai ke inti pembicaraan, cewek. Nah disini ini yang menjadi masalah. Teman yang kerja di BIP merasa jarang ke cafe ini. Alasannya mahal dan terlalu elit, masa segelas kopi di gerai ini bisa dia beli sekresek kopi.
Langsung aja temanku kotbah. Dibawah ini adalah kutipan kotbahnya:
“...Sejarah kopi dari sekitar abad 9, di Ethiopia menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15, menjangkau Persia , Turki dan Afrika. awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Tahun 1511, karena efek rangsangannya dilarang para imam konservatif othodoks di Mekah. Tetapi karena popularitas minuman ini, larangan tersebut tahun 1524 dihilangkan oleh Sultan Selim I, Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, juga tahun 1532.....”
Ini sih katanya; terserahlah, aku mau seruput kopi dulu...hmmmm...passss!
Dia langsung lanjut lagi kotbah setelah tentunya menyeruput gelasnya juga:
“...Dari Arab, kopi menyebar ke Eropa, menjadi populer abad ke-17. Orang Belanda-lah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan menyelundupkan bijinya tahun 1690, karena tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa, oleh Belanda.
Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; hal ini didasari menurunnya persediaan teh oleh pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad 19, menyusul terjadinya perang tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. Ada 2 spesies besar dari tanaman kopi:
Arabica adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya. Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga tempat diekspor, 2 tertua adalah Mocha dan Jawa. arabika di Indonesia ditanam di Aceh, SumateraUtara, Sulawesi Selatan, Bali, dan NTT. Kopi arabika hanya ditanam sebagian kecil petani. Padahal, harga kopi arabika di pasar dunia tetap tinggi. Kopi arabika ditentukan oleh bursa kopi di NewYork.
Coffee canephora (Robusta) mempunyai kandungan Kafein lebih tinggi dan boleh ditanam dikawasan yang tidak sesuai arabica. Mendorong penggunaannya sebagai ganti murah bagi arabica dalam perdagangan. Robusta mutu tinggi digunakan sebagai bahan campuran espresso, untuk cost yang lebih rendah. Di Italia, kebanyakan espresso menggunakan Robusta digoreng garing (dark roasted). Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, karena rasanya yang pahit dan asam. Umumnya petani di Indonesia menanam kopi robusta, harganya rendah. Di pasar dunia saat ini kopi robusta sedang membanjiri pasaran, terutama kopi robusta produksi Brasil dan Vietnam. Kopi jenis ini umumnya ditanam petani di Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan. Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah sejenis robusta di Indonesia yang dinamakan kopi luwak (Common Palm Civet). Kopi ini dikumpulkan dari kotoran luwak, yang proses pencernaanya memberikan rasa yang unik. harga robusta ditentukan oleh bursa kopi di London.
Kopi biasanya minuman dihidangkan panas, dan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang atau digoreng. Kopi merupakan sumber utama cafein. Walaupun tidak diketahui ramai, sebagian kopi bertambah baik mutunya dan nikmat jika semakin berumur, asemnya berkurang. Beberapa produsen menjual biji kopi yang telah disimpan selama 3 tahun, bahkan beberapa kedai khusus menyimpannya 8 tahun. Proses pengorengan adalah penting bagi menghasilkan segelas kopi yang berperisa. Apabila digoreng, biji kopi hijau mengemban, bertukar warna dan padat, warna bertukar menjadi kuning dan kemudian perang "kayu manis" lembut. Saat pengorengan, minyak kelihatan pada permukaan biji kopi. Biji kopi semakin gelap sehingga pemanasan dihentikan...”. Akhirnya teman ini selesai kotbahnya.
Maaf kalau agak gantung, karena hanya itu yang aku ingat.
Kalau yang ini siraman rohani dari teman lainnya:
“...Air yang digunakan untuk pembuatan kopi harus bersih, direbus matang. Jika menggunakan coffee maker, sebaiknya di cuci bersih, agar ampas yang tersisa tidak mempengaruhi aroma dan menambah rasa asem. Ada berbagai macam cara pembuatan, dari Sabang hingga Merauke, Banda Aceh hingga NewYork, atau Kutub Selatan hingga Kutub Utara. Di Indonesia, segelas kopi buatan Sumatera yang alami, masih yang terbaik. Kopi yang telah halus dimasak dengan rebusan air, kadang ditambahkan dengan kayu manis dan rempah-rempah lainnya. Ada juga yang mencampur bubuk kopi dengan sedikit cengkeh. Gula putih juga kadang digantikan dengan gula merah. Jika direbus, sebaiknya kopi dan airnya ditutup sejak direbus hingga kira-kira 3 menit setelah api dimatikan. Uap dari perebusan kopi jangan sampai keluar dari wadah rebusan. Kopi akan merata, ampasnya akan mengendap dibagian bawah wadah perebusan.
Hmmmm..nikmat lah...tapi hati-hati! Ga semua orang bisa meminumnya, karena minuman ini sajian para Dewa dan Dewi. Segelas kopi adalah teman yang paling nikmat buat orang yang suka begadang, melamun, atau surfing internet; ditambah dengan keletak bunyi bakaran tembakau. Ada seorang tetanggaku, ketika aku masih SD, meninggal karena kopi. Jika giginya tidak kuning oleh kopi, berarti dia belum ngopi...ini mah edan..jangan di ikutin, jangan-jangan kencingnya juga darahnya telah hitam. Cukup 2x sehari, pagi & sore...”

Sayangnya, Raja Dangdut Haji Rhoma Irama lupa memasukkan 1 kata lagi dalam tembang hits nya, “....BEGADANG JANGAN BEGANDANG..KALAU TIADA ARTINYA...”. Seharusnya Bang Haji menambahkan “...BEGADANG BOLEH SAJA JIKA SAJA ADA KOPINYA...” Ha Ha Ha Ha! Ini pendapat aku sendiri kok, dalam hati!

PS: jika anda minum kopi, dan rasanya cocok di lidah, menambah gairah, berarti hormon adrenalin ikut terpacu, dan ada kehangatan dada, tolong bisikan magic word ini ....PASSS!!!

Saturday, July 14, 2007

CaSaBLaNCa ElEvAtEd rOAd


SiaNG iTu, JaKaRTa TeRBaKaR, MuNGKiN, MaY 14th 1998
KaMi DuDuKi GeDuNG RaKYaT iTu, “MeReKa HaRuS DiSaPu”
JaKaRTa HaMPa NuRaNi, PaRa KoMaNDaN Ke MaLaNG
DeNGaN 2 MoToR, ‘GHoST RiDeRS’, KaMi JeLaJaHi BaTaVia
Di KLeNDeR, PLaZa iTu DiBaKaR, BaNYaK TeRPaNGGaNG HiDuP-HiDuP
YaNG MeLoMPaT, “aH…BeBeRaPa JaDi SaTe Di PaGaR iTu”
KeLaK DiSeBuT YaNG MaTi HaNYa RaTuSaN
MaTa-KaMi BeRKaTa LaiN, “MeReKa RiBuaN, KiTa TeLaT!”
"aPaKaH MeReKa iTu, HaNYa DiaKui BaNGKai KuCiNG?"

MeRaSa BeRDoSa, MoToR BeRKoPLiNG aKu KeBuT KeTeMPaT LaiN
KaMi MeNYaKSiKaN BaNYaK PeReMPuaN SiPiT BeRSeRaKaN TaK BeRDaYa
PaKaiaN RoBeK TeRCeRaBuT, “MeReKa DiNiSTa-KaN…LuKa iTu?”
ReMaJa SeKoLaH, CeLaNa PeNDeK BiRu, MeMeRKoSa SiPiT LaiN-NYa
KePaLa CePaK TiNGGi MeMBaKaR, “SiKSa, RaMPoK…SeMua-NYa”
aKu MuRKa, CePaK BeRLaRaS Ku-HaJaR HiNGGa TeRGeLeTaK…MaTi???
PaRa aKiL BaLiG iTu DiGeBuKi TeMaN,” MaNa MoRaL-KaLiaN?”
MeReKa BeRuBaH MeNJaDi GeRoMBoLaN SeRiGaLa HuTaN


Di PeCiNaN SaNa, aKu LiHaT JuGa PRia SiPiT DiBaKaR HiDuP-HiDuP
“SeGeRa PaDaMKaN”, PaRa BiNaTaNG KeTaKuTaN, “ADA MAHASISWA”
KaViLeRi DaTaNG,” MaSuKKaN, SeGeRa DiTaNGaNi”
KeMuDiaN MoToR Tua iTu KuKeBuT Ke TeMPaT LaiN
aiR MaTa MeNeTeS TaK TeRBeNDuNG LaGi…
“PeRJuaNGaN TeLaH DiNoDai”

Di CaSaBLaNCa…MoToR KaMi TeRHeNTi SeKeTiKa
KaMi BeReMPaT GeNTaR MeLiHaT PeMaNDaNGaN iBuKoTa, HiTaM
DiSaNa, SeGeRoMBoLaN SeRiGaLa LaiN MeNuJu Ke aRaH KaMi
SeKeTiKa, aKu TeRSeNTaK, MeReKa RiBuaN, NYaLi-Ku TeRuSiK
TeRNYaTa MoBiL iTu MeReKa KeJaR-KeJaR
DiDaLaM-NYa BeBeRaPa WaNiTa TeRiaK HiSTeRiS KeTaKuTaN
aKu SeGeRa aRaH-KaN MoToR iNi MeNDaHuLui MeReKa
KuMPuLaN BiNaTaNg TeRPeCaH 2 KeLoMPoK, MaSiH RiBuaN JuGa
MoToR LaiN, TeMaN SeGeRa MeNoLoNG, 2 SiPiT PuCaT, 2 aSiNG PuTiH

Motor KuPaRKiR, KaMi TuRuN, aKu DaN BoNCeNGaN MeNCeGaT
“aYo, HaDaPi KaMi SaJa”, eRaNGaN GaNaS BiNaTaNG itu MeReDuP,
TeMaN BeRBiSiK, “KeMaNa PiHaK KeaMaNaN? NGaWaL CeNDaNa ?”
MaSSa DRaSTiS JaDi KuMPuLaN DoMBa JiNaK, MaTa KaMi MeRaH
MaTa-MaTa YaNG LiaR iTu KaLaH LiaR DeNGaN MaTa KaMi
“PuLaNGLaH, SeMoGa AlLLaH-Mu MeNGaMPuNi-Mu…PuLaNG”
BeRSeRu PeLaN, “ADA MAHASISWA!”

DiBaGiaN LaiN SiSi JaLaN, aMUK MaSSa JuGa TeRTaHaN, DiaM
MoBiL iTu DiHeNTiKaN MoToR LaiN, PeNuMPaNGNYa DiaM
TiBa-TiBa BoNCeNGaNKu TeLaH DiSaNa, “ PeRGi! eVaKuaSi MeReKa”
SeoRaNG TeMaN MeNGaMBiL aLiH KeMuDi MoBiL iTu, “TeNaNG ! ”
DoMBa-DoMBa iTu BuBaR, KaUm HaWa itu DiaNTaR, TRiSaKTi!
“oH...GuSTi! aMaRaH MeReKa, MeNGuNDaNG Si JaHaT”

KaSaT MaTa, MeLiHaT Si JaHaT DaLaM KaBuT HiTaM, “Oh…JaKaRTa !”
SuNGGuH, BeNGiS BeRTaNDuK TeRSeNYuM MeNaNG, MeNGeJeK KaMi
“ KaLiaN BiSa aPa ?”, eFeK ReLiGiuS, TeRuKiR Di BeNaK KaMi
TeMaN MeNGHeLA, “ HaRi DePaN PeNuh MaLaPeTaKa”
KaMi MeNDeNGaR DiaM, KeCeWa, LeLaH, TeRTuNDuK LeSu
“HaRi TeLah GeLaP, PuLaNG! KiTa BuKaN TuHaN !”
MoToR BeRKoPLiNG iTu DiAraHKaN Ke SeNaYaN, konon GeDuNG RaKYaT
aiR MaTa MaSiH MeNGaLiR, KaMi CoBa SeKa, TaPi TiDaK BeKaS-NYa
“ Esok, BaWa TeMaN, BaNYaK, KiTa HaRuS BeRTaNGGuNG JaWaB ”


“GHoST RiDeRS! DiMaNa KaLiaN SeKaRaNG?”
“KeNaNGaN iTu HaRuS TeTaP MeNYaTuKaN KiTa”
Di CaSaBLaNCa eLeVaTeD RoaD, “BeNaR NuBuaT-Mu Ya RABBI!”

Born to be Wild, Stepphenwolf

TOS DULU LAH GELAS KITA NIH...NIKMAT..PASSSSS!


Sejarah kopi dari sekitar abad 9, di Ethiopia menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15, menjangkau Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Tahun 1511, karena efek rangsangannya, dilarang oleh para imam konservatif dan othodoks di Makkah. Tetapi karena popularitas minuman ini, larangan tersebut tahun 1524 dihilangkan oleh Sultan Selim I, Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, juga tahun 1532, ini sih katanya. Setahuku ga seperti ini, wes kerepmu lah! aku mau seruput dulu nih kopi...hmmmm!

Dari Arab, kopi menyebar ke Eropa, menjadi populer abad ke-17. Orang Belanda-lah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan menyelundupkan bijinya tahun 1690, karena tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa, oleh Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; hal ini didasari menurunnya persediaan teh oleh pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad 19, menyusul terjadinya perang tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.

Ada 2 spesies besar dari tanaman kopi:

Arabica adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya. Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga tempat diekspor, 2 tertua adalah Mocha dan Jawa. Kopi arabika di Indonesia ditanam di Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan NTT. Kopi arabika hanya ditanam sebagian kecil petani. Padahal, harga kopi arabika di pasar dunia tetap tinggi. Kopi arabika ditentukan oleh bursa kopi di New York.

Coffee canephora (Robusta) mempunyai kandungan Kafein lebih tinggi dan boleh ditanam dikawasan yang tidak sesuai arabica. Mendorong penggunaannya sebagai ganti murah bagi arabica dalam perdagangan. Robustas mutu tinggi digunakan sebagai bahan campuran espresso, untuk cost yang lebih rendah. Di Italia, kebanyakan espresso menggunakan Robusta digoreng garing (dark roasted). Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, karena rasanya yang pahit dan asam. Umumnya petani di Indonesia menanam kopi robusta, harganya rendah. Di pasar dunia saat ini kopi robusta sedang membanjiri pasaran, terutama kopi robusta produksi Brasil dan Vietnam. Kopi jenis ini umumnya ditanam petani di Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah sejenis robusta di Indonesia yang dinamakan kopi luwak (Common Palm Civet). Kopi ini dikumpulkan dari kotoran luwak, yang proses pencernaanya memberikan rasa yang unik. harga robusta ditentukan oleh bursa kopi di London.

Kopi biasanya minuman dihidangkan panas, dan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang atau digoreng. Kopi merupakan sumber utama cafein. Walaupun tidak diketahui ramai, sebagian kopi bertambah baik mutunya dan nikmat jika semakin berumur, asemnya berkurang. Beberapa produsen menjual biji kopi yang telah disimpan selama 3 tahun, bahkan beberapa kedai khusus menyimpannya 8 tahun.

Air yang digunakan untuk pembuatan kopi harus dari yang bersih, terus direbus matang. Jika menggunakan coffee maker, sebaiknya di cuci bersih, agar ampas yang tersisa tidak mempengaruhi aroma dan menambah rasa asem. Ada berbagai macam cara pembuatan, dari Sabang hingga Merauke, Banda Aceh hingga New York, atau Kutub Selatan hingga Kutub Utara. Di Indonesia, segelas kopi buatan Sumatera yang alami, masih yang terbaik. Kopi yang telah halus dimasak dengan rebusan air, kadang ditambahkan dengan kayu manis dan rempah-rempah lainnya. Ada juga yang mencampur bubuk kopi dengan sedikit cengkeh. Gula putih juga kadang digantikan dengan gula merah. Jika direbus, sebaiknya kopi dan airnya ditutup sejak direbus hingga kira-kira 3 menit setelah api dimatikan. Uap dari perebusan kopi jangan sampai keluar dari wadah rebusan. Kopi akan merata, ampasnya akan mengendap dibagian bawah wadah perebusan.

Hmmmm..nikmat lah...tapi hati-hati! Ga semua orang bisa meminumnya, karena minuman hitam ini adalah sajian buat para Dewa dan Dewi. Segelas kopi adalah teman yang paling nikmat buat orang yang suka bergadang, melamun, atau surfing internet; ditambah dengan keletak bunyi bakaran tembakau. Ada seorang saudaraku, ketika aku masih SD, meninggal karena seorang penggemar kopi edan, jika giginya tidak kuning oleh kopi, berarti dia belum ngopi...ini mah edan..jangan di ikutin, jangan-jangan kencingnya juga darahnya telah hitam. Cukup 2x sehari, pagi atau sore.

Sayangnya, Raja Dangdut Haji Rhoma Irama lupa memasukkan satu kalimat lagi dalam tembang hits nya, “....BEGADANG JANGAN BEGANDANG..KALAU TIADA ARTINYA...BEGADANG BOLEH SAJA JIKA ADA MAKSUDNYA...”. Seharusnya Bang Haji menambahkan “...BEGADANG BOLEH SAJA JIKA SAJA ADA KOPINYA...” HA HA HA HA!


PS: jika anda minum kopi, dan rasanya cocok dilidah, menambah gairah, berarti hormon adrenalin ikut terpacu, dan ada kehangatan dan kesejukan didada, tolong bisikan magic word ini ....PASSSSSSSS!!!